Raga menetap, asa menjauh, rasa buyar, tidak tau entah sampai kapan kepura-puraan itu bakal ketahuan.
Yang ada hanya pelampiasan rasa yang dipaksa, yang menarik akan diupayakan dengan segala cara.
Penasaran bersifat sementara, obsesi terkadang menantang nalar, asumsi memaksa menikam logika.
Kepribadian pandai menyaru demi sebuah ambisi, untaian kata disusun rapi, egois menyatu dengan nadi.
Tapi terkadang, hakikat membinasakan hasrat. Pesimis menendang mundur, pasrah menyelimuti angan-angan, roda diputar balik ketujuan, menjaga dan memupuk rasa yang pernah buyar, menetap dan tidak berpaling pada jiwa yang lain.
0 komentar:
Posting Komentar