Kita bersama memainkan peran, nyatanya rasa tinggal asa.
Membiarkan hati yang berkali-kali dihujam oleh sosok pesona yang lebih dulu hadir
Tabir sebagai perisainya luka agar tak menikam lebih dalam, perasaan bukan dalih memaksakan keinginan dengan menggandeng nilai permisif.
Rasa hadir tanpa sengaja, berakhir di waktu yang tidak tepat, aku akan membiarkan rasa ini mati dengan sendirinya
0 komentar:
Posting Komentar