Jumat, 16 April 2021

Egois mu

Raga menetap, asa menjauh, rasa buyar, tidak tau entah sampai kapan kepura-puraan itu bakal ketahuan.

Yang ada hanya pelampiasan rasa yang dipaksa, yang menarik akan diupayakan dengan segala cara.    

Penasaran bersifat sementara, obsesi terkadang menantang nalar, asumsi memaksa menikam logika.

Kepribadian pandai menyaru demi sebuah ambisi, untaian kata disusun rapi, egois menyatu dengan nadi.

Tapi terkadang, hakikat membinasakan hasrat. Pesimis menendang mundur, pasrah menyelimuti angan-angan, roda diputar balik ketujuan, menjaga dan memupuk rasa yang pernah buyar, menetap dan tidak berpaling pada jiwa yang lain.

 

Drama King

Aku hanya butuh jeda dari duka lara yang aku rasa, menyembuhkan luka yang masih saja tersibak, agar orang lain tidak menjadi korban pelampiasan rasa.

Hatiku akan berlayar sementara, mencari kesembuhan dengan melanglang buana, bersenandung bersama senja, lewat syair dan diksi yang masih berantakan. 

Sampai kalbuku benar-benar pulih, hingga menemukan orang yang tepat, tanpa basa basi, tanpa menunggu jangka panjang, karena hatiku butuh kepastian, bukan janji dan harapan yang entah kapan.

Dia yang singgah dimasa silam telah mengajarkan bahwa, janji yang tersirat bisa saja kadaluwarsa, mata yang sendu bisa saja menipu, mimik yang lugu bisa saja durjana, Drama King Bajingan! 

Kamis, 08 April 2021

Rasa Hadir Tanpa Sengaja

Rasa hadir tanpa sengaja dengan cara perhatian yang sederhana, denyut jantung berirama saat namaku kau sapa. 

Kita bersama memainkan peran, nyatanya rasa tinggal asa. 
Membiarkan hati yang berkali-kali dihujam oleh sosok pesona yang lebih dulu hadir

Tabir sebagai perisainya luka agar tak menikam lebih dalam, perasaan bukan dalih memaksakan keinginan dengan menggandeng nilai permisif.

Rasa hadir tanpa sengaja, berakhir di waktu yang tidak tepat, aku akan membiarkan rasa ini mati dengan sendirinya

Selasa, 06 April 2021

Tak Bermoral

Ingatan kembali pada masa silam, saat lalimnya lidah menusuk jantung yang terdalam, tangis tak dapat ditahan, kesedihan larut dalam keadaan.

Akal yang hilang, umpatan menenggelamkan adab, malu menggantikan sikap lantang yang tak bermoral.

Menarik simpatik dengan keributan yang sengaja dipertontonkan, usia kian menua tak menjadikan seseorang dewasa.


Senin, 05 April 2021

Lekas Pulih Indonesiaku

Lekas pulih Indonesiaku

Langit seakan menyaksikan banjir bandang dan longsor bergumul menghantam pemukiman penduduk, merusak harta benda dan berbagai pondasi 

Bala bencana tak bisa dielakkan, prahara angin hujan membadai yang menewaskan 23 jiwa

Pepohonan tak dapat menopang amukan prahara kemudian tumbang memporak-porandakan segala yang didekatnya.

Jembatan yang menghubungkan antar desa seketika rubuh, binatang buas lepas dari penangkaran.

Pikiran terasa suram, bahagia punah tergantikan oleh kesedihan, berita bencana digeser oleh pernikahan selebritis yang tak habis.

Pray For NTT 

Lyy
(5 April 2021)

Minggu, 04 April 2021

Lentera Di Kegelapan

Salah satu hal yang paling menyakitkan adalah ketika kau menjadi lilin dikegelapan orang lain, tapi setelah lenteramu berhasil menyinari sukmanya, mereka seakan lupa akan keberadaanmu.

Saya Terima Nikahnya

"Saya terima Nikahnya bla bla bla bla" 

Saat itu engkau akan menerima segala kekurangan-kekurangan pasanganmu. 

Menikah bukan hanya tentang kau saja, tapi juga tentang pasanganmu. Kau menjalani hidup versi kalian berdua bukan lagi sinetron yang biasa kau tonton, ayo sudahi berhalunya. 

Masalah RT tak perlu menjadi konsumsi publik, tapi dibicarakan bersama dengan baik.

Sabtu, 03 April 2021

Mental Tempe

Ada saatnya kita tidak harus memaksakan diri agar terlihat baik-baik saja saat depresi tiba-tiba menghampiri, karena hal ini bisa menyerang siapa saja.

Kondisi depresi selalu diawali oleh faktor pemicu. Misalnya faktor keluarga, hubungan dengan pasangan, sekolah/pekerjaan atau masalah lainnya.

Jangan katakan mereka "mencari simpati lewat kesedihan, ingin dikasihani", tidak. Hanya saja, terkadang emang benar-benar down, hati bagai diiris perlahan, seperti dihimpit bebatuan. Mungkin ada beberapa orang yang melampiaskannya lewat hobi masing-masing.

Bahkan yang kalian anggap kuat juga pernah berada difase depresi. 

Stoplah mengatakan seseorang itu lemah. 
Kau juga pernah lemah pada fase tertentu bukan? 
Terkadang bicara tentang mental selalu dianggap berlebihan, tak jarang seseorang mengatakan dengan "Mental tempe".

Jumat, 02 April 2021

Kucing Kampung Jorok

Dari seberang (WhatsApp) aku bincang-bincang mengenai kucing, kebetulan kalau bahas kucing semangatku paling menggebu, mulutku seakan rem blong untuk mengatakan apa saja mengenai hewan imut itu.
Terus tiba-tiba saja dia mengatakan kalimat yang buat emosiku naik sampai ubun-ubun, rasanya ingin tidur dalam air agar emosi dapat tenggelam bersamaku.

"Kamu pelihara kucing apa?"
"Kucing kampung semua, pungut dari jalan dalam keadaan sakit, gk pungut sih datang sendirinya kerumah, jadi aku rawat sampai sembuh"
"Ih jorok, pelihara kucing ras dong, kucing kampung jorok"
_______________________

Aku gk suka debat panjang lebar, biarkan dia dengan sifat rasisnya, tapi sejak itu aku mulai kasih jarak. Kalau sukanya kucing Ras saja ya udah tidak apa-apa, tak perlu mengatakan hal itu. 

Kalau dihitung-hitung vitamin kucing kampungku lebih banyak, dibandingkan aku sendiri lho, itu karena aku benar-benar menganggap mereka keluargaku, jadi mereka benar-benar aku rawat seperti anak sendiri.

Kamis, 01 April 2021

Hidupmu Penuh Drama

Nabastala nampak makin pekat, awan hitam bergemuruh hingga akhirnya butiran hujan turun membasahi bumi.

Air mataku menyatu dengan hujan, pikiranku mengajak gelut dengan berbagai kekhawatiran.
Aku menyusuri jalanan sunyi, berjalan dibawah lentera sebagai penerang, berpayungkan hoodie, tapi tetap saja hujan membasahi sekujur tubuhku, "ah,seharusnya aku membawa shampo", batinku sendirian berusaha menghidupkan suasana ditengah kesepian.

Harsaku pudar kau hapus dengan pengkhianatan, suar dihatiku padam. Kau merajut harapan dengan segala ucapan kau urai, yang kau selimuti dengan komitmen. 

Tapi, Kafe yang baru saja kita kunjungi, sebagai saksi akhir dari kisah kita selama ini, "Baiknya cafe itu ditutup saja", pikiranku masih saja mengacaukan, bukan malah mendamaikan, ah terkadang susah melawan pikiran sendiri. 

Diamku seketika nestapamu, aku tak lagi menatapmu dengan senyum manis, tapi sinis. 
Kutepis tanganmu yang berusaha untuk meraih tanganku, kau penuh dengan drama. Aku memaafkan apapun kecuali perselingkuhan, sungguh aku tidak bisa toleransi untuk itu.

____________________________________