Minggu, 29 Juni 2014
Pemula Bermula
Berpalingnya Cinta Primadona Desa
Remaja dengan Obornya
Ramadhan yg penuh berkah, sayup adzan belum terdengar tapi para "tentara" sudah saling melemparkan "obor" nya. Tak penting yang muda maupun yang tua, masing-masing memegang bermacam2 "obor". 10menit berlalu, para "tentara" masih tak berhenti, suara adzan sahut menyahut mulai terdengar dari 1 mesjid ke mesjid yang lain, Namun tidak menghapus semangat para "tentara2 remaja" , sambil tertawa, berlari kesana kemari, lempar melempar "obor" , sama sekali tak menghiraukan suara adzan yang merdu. Tahukah kalian para "tentara" yang kusebut? Mereka adalah remaja2 dikampung ku, dan "obor" yang mereka pegang dan lemparkan adalah berbagai macam bentuk mercun, mulai dari yang kecil hingga yang besar. Aku mulai berpikir, kenapa mereka tidak dikirim ke negri lain saja? Seperti Palestina dan Syria, agar mereka benar2 merasakan suasana yang mencekam, tiap hari mendengar suara tembakan..