Terus tiba-tiba saja dia mengatakan kalimat yang buat emosiku naik sampai ubun-ubun, rasanya ingin tidur dalam air agar emosi dapat tenggelam bersamaku.
"Kamu pelihara kucing apa?"
"Kucing kampung semua, pungut dari jalan dalam keadaan sakit, gk pungut sih datang sendirinya kerumah, jadi aku rawat sampai sembuh"
"Ih jorok, pelihara kucing ras dong, kucing kampung jorok"
_______________________
Aku gk suka debat panjang lebar, biarkan dia dengan sifat rasisnya, tapi sejak itu aku mulai kasih jarak. Kalau sukanya kucing Ras saja ya udah tidak apa-apa, tak perlu mengatakan hal itu.
Kalau dihitung-hitung vitamin kucing kampungku lebih banyak, dibandingkan aku sendiri lho, itu karena aku benar-benar menganggap mereka keluargaku, jadi mereka benar-benar aku rawat seperti anak sendiri.
0 komentar:
Posting Komentar