Entah kenapa setiap berganti tahun banyak yang merasa Happy, lalu kemudian apa? Mereka menjalani kehidupan seperti biasa. Lagipun bagiku sendiri, pergantian tahun tak perlu dirayakan, tak perlu disambut istimewa, karena bukan budaya kita. Banyak orang yang lalu lalang didepan rumah, sehingga jalanan hampir sunyi. Ada yang bela2in nunggu sampai jam 12malam, konon katanya mau melihat kembang api. Astaghfirullah. Maaf bukan karena saya merasa orang baik atau suci, Cuma kasian tuh badan dibawa begadang ampe pagi, ada manfaat? Aahh… nyatanya mata jadi sembab kayak mata panda gitu. Ya nggak?
Tau nggak? Pada mulanya perayaan ini dirayakan baik oleh orang Yahudi yang dihitung sejak bulan baru pada akhir September. Selanjutnya menurut kalender Julianus, tahun Romawi dimulai pada tanggal 1 Januari. Paus Gregorius XIII mengubahnya menjadi 1 Januari pada tahun 1582 dan hingga kini seluruh dunia merayakannya pada tanggal tersebut. Dan umat muslim dilarang untuk tasyabbuh (mengikuti) orang kafir dalam hal aqidah dan ibadah.
Sebagaimana Hadist Riwayat Abu Daud, Dari Ibnu Umar ra. berkata: Rasulullah SAW bersabda : “barangsiapa menyerupai suatu kaum maka dia termasuk diantara mereka”
Nah lho?? Masih mau merayakan tahun baru?
Banyak manusia yang menginginkan mati dalam keadaan islam, tapi enggan hidup secara islami. Kalau hidup tak mau diatur secara islami, akankah mati kita dalam keadaan “islam”? (alfatih)
Ditahun 2015 ini, mari berdoa dan membuat harapan kpd Allah agar hidup menjadi lebih baik. :)
Ditahun 2015 ini, mari berdoa dan membuat harapan kpd Allah agar hidup menjadi lebih baik. :)
0 komentar:
Posting Komentar