“lili
pa kabar?
Bunyi
salah satu chatting teman SD ku yang sekarang sedang melanjutkan kuliah di
Manado. Waktu SD kami teman yang sangat akrab. Keakraban itu hilang setelah kami
berbeda tempat sekolah mulai dari SMP, SMA dan sampai kami melanjutkan kuliah
di Universitas masing-masing. Setelah itu tidak ada tegur sapa yang terjalin
diantara kami. Padahal dulunya kami sempat digelar ‘pacaran’. Sampai suatu ketika tanggal 23 oktober 2012
sekitar jam 11.00 wib, dia menyapaku dari chatting fb.
“Li
pa kabar?”
“alhamdulillah
baik” jawabku singkat.
“lagi dimana ni?
“Dirumah”
“lagi dimana ni?
“Dirumah”
Tak
banyak yang kami bicarakan, tiba-tiba salah satu kata-katanya membuatku
hampir jantungan.
“bisa
minta tolong gk?
“hmm,
tolong apa? Mungkin li bisa bantu. (Perasaanku mulai tidak enak, sambil
mengerutkan dahi)
“mau pinjam duit li”
“mau pinjam duit li”
“ooh
gitu… maaf ya, li belum punya duit lhoo. Tapi li bisa bantu kamu doa kok.
“yaudah la gk papa” tutupnya.
“yaudah la gk papa” tutupnya.
Setelah
kupikir berkali-kali dan berulang-ulang. Betul juga yang dikatakan kakak ku.
Hati-hati dengan orang yang sok akrab, dan yang tiba-tiba akrab :D

0 komentar:
Posting Komentar