Rabu, 13 Juli 2011

Teruntuk ibuku yang jauh di mata namun dekat di hati

Aku bangga di lahirkan dari seorang wanita seperti dirimu, Yang sabar laksana indahnya pelangi ,Yang tegar seperti lagu nya Rosa, yang kokoh laksana menara eifel, yang tangguh seperti aku … hehe.  Sungguh engkau adalah anugerah terindah dalam hidupku setelah iman dan islam. Segala kasih sayangmu mengalir dan masih kurasakan di setiap sel pembuluh darahku. Aku tau engkau merindukan ku sebagai mana aku merindukan mu disini.

Aku tak kan menyalahkan keadaan, aku takkan menyalah kan waktu dan aku takkan pernah menyalahkan takdir yang telah di gariskan_NYA untukku. Aku ikhlas terhadap apapun yang telah di berikan_NYA untukku. Karena aku yakin, sebaik-baik rencana adalah rencana Engkau ya Rabb.


Ibu … enngkau adalah pahlawanku, bagiku kau adalah wanita yang tehebat. Kau adalah salah satu bintang yang setia menyinari di kala aku tertidur maupun sadar. Seandainya Tuhan mengijinkan nyawa seorang anak di tukar untuk ibunya, aku ikhlas ketika nyawaku di tukar untuknya ketika maut telah datang padanya, agar engkau bias hidup lebih lama lagi, agar engkau bias tersenyum dan sebagaimana mestinya


0 komentar:

Posting Komentar