Aku bukan Nabi maupun Malaikat. Mungkin segala yang kuucap tak kupikir baik dengan otak. Apalagi setelah lama tidak bergaul dengan buku-buku dan masih menetap dizona aman, otakku semakin buntu.
Ditambah dengan sifatku si “jago kandang”. Semakin tak ada ingin mengenal Siapa Aku. Aku slalu berusaha untuk menjadi terbaik dimata manusia. Namun akibat kecerobohan dan ke Sok Tauan, aku dibantah dan dikatakan sok jagoan. Air mata tak bisa lagi kutahan, kuambil sudut yang tak dilalui orang. ku usap diam-diam agar tak ketauan. Seketika ku berpikir untuk apa bicara dengan yang lebih tua dariku? Percuma saja, pasti tak akan didengar. Aku mencoba diam dan tidak menegur. Tapi, Kuurungkan kembali niat itu. Seolah ada yang berbisik ditelinga ini “untuk apa kau lakukan itu lili? Mau nambah dosa? Cobalah berpikir yang dewasa” .
Sekali lagi kuberanikan diri ini untuk bicara dan mengabarkan keadaan disekitarku, seperti biasa aku dikatakan sok jagoan. Kuambil nafas panjang sambil memutar lagu Ebiet.G.Ade di hp yang kuanggap cocok mengiringi kisahku.
Apakah buku diri ini selalu hitam pekat?
Apakah dalam sejarah orang mesti jadi pahlawan?
Sedang Tuhan di atas sana tak pernah menghukum
dengan sinar mataNya yang lebih tajam dari matahari
Apakah dalam sejarah orang mesti jadi pahlawan?
Sedang Tuhan di atas sana tak pernah menghukum
dengan sinar mataNya yang lebih tajam dari matahari
Kemanakah sirnanya nurani embun pagi
yang biasanya ramah kini membakar hati?
Apakah bila terlanjur salah
akan tetap dianggap salah?
Tak ada waktu lagi benahi diri
Tak ada tempat lagi untuk kembali
yang biasanya ramah kini membakar hati?
Apakah bila terlanjur salah
akan tetap dianggap salah?
Tak ada waktu lagi benahi diri
Tak ada tempat lagi untuk kembali
Aaah … mungkin saja mereka lagi banyak pikiran atau ada masalah. Salah ku juga yang selalu sok tau, padahal aku juga terkadang seperti itu. Bahkan lebih parah dari itu. Jangan bicara dengan orang yang lagi ada masalah, nanti kena getahnya. Pandanglah dirimu lili, kamu tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka. Kamu tidak punya pengetahuan, kerja juga tidak, yang kamu tau Cuma duduk 2tahun lebih dan sama sekali tidak ada aktivitas, malah merepotkan orang disekitarmu. Kamu tidak pernah tau perasaan orang lain dan orang lain rasakan.
Setelah membaca ini, apa masih ada yang mau jadi temanku???? Hmm …. Kurasa tidak. Aku mohon maaf kepada orang yang telah kubuat jengkel, sakit hati dan marah. karena keegoisan, kecerobohan, kebodohan, aku tidak pernah mengerti sama sekali perasaan kalian. Aku ingin pergi dan istirahat.

0 komentar:
Posting Komentar