Sabtu, 12 Februari 2011

Tengah Kesadaran Malamku

Rabbii..
Sujudku yang tak khusu’
Doaku yang setengah hati
Sebutanku atas nama -Mu yang tak kumaknai
Mohon ampunku yang tak ikuti dengan lakuku
Apakah berarti bagi -Mu dan Engkau menerima yang bagian mana dari itu ?

Mengakui dosa-dosaku pasti akan lama dan panjang
Tapi menghitung kebaikanku rasanya secepat setiap sholatku menghadap -Mu.
Banyak dari yang Engkau perintahkan kulanggar dan banyak dari yang Engkau larang kujalani.
Entah bodohkah, bebal, atau sedemikian sombong jiwa ini hingga aku tak mensyukuri nikmat -Mu
dengan mengingat nama -Mu.
Hingga tak memohon ampun untuk setiap dosa yang nyata telah Engkau peringatkan.


Rabbii..
Aku hanya bersyukur ternyata Engkau tidak menutup hatiku, tidak membiarkan aku dalam jurang gelap yang lebih dalam.
Meski disetiap taubatku aku selalu tertatih-tatih, ku memohon masih diberi kesempatan untuk mencoba dan mencoba.

Engkau Yang Maha Mengerti isi hati manusia
Berilah aku hidayah-Mu bagaimana cara menghapuskan kesombongan di hati,
Cara menghapuskan iri dengki
Cara menghapuskan rasa ingin dipuji
Cara menghapuskan rasa berpuas diri dan lebih baik dari orang lain.


Rabbii..
Semoga cinta kepada -Mu dan Rasul -Mu yang pernah ada, Engkau semaikan lagi
Aku rindu hatiku yang tenang, damai, dan penuh rasa bersyukur.
Aku datang pada -Mu dengan memohon ampunan -Mu.
Dan bisa mensyukuri semua nikmat -Mu memanglah harusnya merupakan syukur tersendiri.
Sumber: seorang sahabat



0 komentar:

Posting Komentar